Keterbatasan Sarana Air Bersih Dusun Ncona Fanda

http//:panda-bima.desa.id/ Desa Panda relatif cukup maju dan berkembang, pemukiman terlihat tertata rapi.  Suasana sejuk dan nyaman karena berada di dataran tinggi di bawah lereng pegunungan dengan topografi  yang berada di ketinggian 100 m diatas permukaan laut menambah asri dan sejuk suasana desa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Desa Panda pada umumnya memiliki mata pencaharian sebagai petani yang lebih terarah pada bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Industri Rumahan (kuliner) dll.

Desa Panda memiliki jumlah penduduk 4.951 jiwa yang terdiri dari 2.459 laki – laki dan 2459 perempuan yang tergabung kedalam 1221 KK. Angka kemiskinan di Desa Panda  masih cukup tinggi yaitu 200 RT atau  49 % dari jumlah KK.

tabel 1 : dibawah ini disajikan data jumlah penduduk secara umum Desa Panda berdasarkan data Langsung oleh Ketua RT tahun 2016 adalah sebagai berikut :

NO NAMA DUSUN Luas (KM2) LINGKUP RT JML KK JUMLAH JIWA
L P TOTAL
1. Oi Ncinggi 251 Ha RT.03. RT04. RT05. RT.06 & RT.07 331 785 803 1588
2.      Ncona Fanda 241 Ha RT.08. RT.09. & RT.10 239 397 387 784
3. Sori Genda 239 Ha RT.11 & RT.12 200 401 398 799
4. Oi Niu 233 Ha RT.01 & RT.02 189 293 287 580
5. Kalaki 253 Ha RT.13. RT.14. & RT.15 262 597 603 1200
  1221 2473 2478 4951
Total Jumlah Penduduk 4951

Sumber : Profil Desa Tahun 2016

Tabel 2. Jumlah penduduk laki-laki dan perempuan Desa Panda

 

Nama

Jumlah Penduduk

Laki – Laki (jiwa)

Jumlah Penduduk Perempuan

(jiwa)

 

Jumlah

Oi Ncinggi 785 803 1588
Ncona Fanda 397 387 784
Sori Genda 401 398 799
Oi Niu 293 287 580
Kalaki 597 603 1200

Sumber : Profil Desa Tahun 2016

 

Dari data desa yang ada saat ini, bahwa Dusun Ncona Fanda dengan 239 Kepala Keluarga (KK) dan masih banyak yang tidak memiliki akses air bersih, masalah ini menjadi sangat signifikan, yaitu Keterbatasan Akses Air Bersih, karena letak Wilayah berada di area pegunungan dengan tekstur tanah bebatuan padat, sehingga kesulitan mendapatkan air bersih, pada saat melakukan penggalian sumur atau pengeboran sumber air. Sudah menjadi program pemerintah untuk membantu permasalahan ini, dari sekian terobosan dan kajian oleh pemerintah desa maupun Pemda, bahwa kekurangan air bersih ini menjadi prioritas utama dalam setiap tahun anggaran dalam APBDes. Pada tahun 2005, Program Pemerintah Daerah untuk membantu masyarakat dalam ketersediaan air bersih, dengan melakukan bor berskala besar (bor kanada), namun hasilnya nihil. Berikut pada tahun 2007, program Weslic lewat lembaga Kemasyarakatan Desa (LKM) memberikan bantuan dengan sistem swadaya, di Dusun Ncona Fanda hanya terdapat 5 (lima) sumur yang dapat dikembangkan, permasalahan yang utama adalah kesadaran sebagian masyarakat yang tidak dapat menerima program ini. Akan tetapi, sumur bor bantuan Weslic masih bisa dirasakan manfaatnnya oleh masyarakat hingga saat ini.

Setiap tahunnya tetap saja masih ada keluhan dan harapan masyarakat untuk mengantisipasi kekurangan air bersih ini, karena pertumbuhan penduduk yang cukup padat, sehingga tahun 2009, Program baru lewat PNPM-PISEW, memberikan program kegiatan kepada Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), Paket pekerjaan pengadaan Air bersih, dengan titik pusat pada dusun Ncona Fanda. Sampai pada saat ini, ketersediaan air bersih di dusun Ncona Fanda bisa dikatakan cukup. Walau masih ada sebagian masyarakat yang belum menikmatinya.

 

Daftar Sumur Gali di Dusun Ncona Fanda

 

No Nama Pemilik RT/RW Jumlah KK Pemakai Jmlh Jiwa Pemakai Dari proyek/keg.
1 A. RAHIM SIDIK 08/04 7 49 Weslic 2007
2 ST. HAWA M. YASIN 08/04 5 30  
3 ST.HAWA H.A.LATIF 08/04 2 11 Weslic 2007
4 SRI WAHYUNI 10/04 8 42 Weslic 2007
5 SITI TA’SIAH 10/04 2 9 Weslic 2007
6 SUHERMAN, SH 10/04 7 44 Weslic 2007
7 NURJANAH, S.Pd 10/04 8 39 Weslic 2007
8 MAHMUD 09/04 1 4  
9 M. NOR 08/04 1 7  
10 MURSALIM 08/04 1 5  
11 UMAR 08/04 1 3  
12 M. HASAN 08/04 1 5  

 

Daftar Sumur Bor di Dusun Ncona Fanda

 

No Nama Pemilik RT/RW Jml Anggota Keluarga Jumlah KK Pemakai Jmlh Jiwa Pemakai
1. SYAMSUDDIN 08/04 6 6
2. KAHARUDIN 08/04 4 2 11
3. MUHAMAD 08/04 3 5 13
4. MUHAMMAD IS 09/04 4 5 13
5. HAMID TAHIER 08/04 2 3 11
6. SARIJO 08/04 2 2 8
7. KURAIS 08/04 3 1 3
8. MURSALIM 08/04 4 2 8
9. BAHTIAR AHMAD 08/04 5 5
10. SURATMIN 10/04 2 2
11. SUKARDIN 10/04 3 3
12. NURDIN USMAN 09/04 4 4
13. AHMAD WAHAB 09/04 1 1 4
14. DESA     21 83
15. PKK     19 80

 

 

Tahun 2017 Produksi Hasil Pertanian Jagung “Meningkat” dari tahun sebelumnya

Tidak sia-sia Pemerintah Desa Panda, memberikan bantuan bibit tanaman jagung kepada kelompok tani. Kini, produktivitas jagung tahun sebelumnya hanya rata-rata 2,5 ton perhektar, pun melonjak di tahun 2017 menjadi 5,7 ton per hektar (perhitungan kasar dari petani jagung).
Produksi pertanian jagung di wilayah dusun Sori Genda dipanen sendiri oleh pemilik lahan dengan menyewa jasa tenaga/buruh tani untuk membantu. Mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, hingga panen. Dengan keterbatasan ilmu pengetahuan tentang tata cara budidaya pertanian jagung, tapi rata-rata produktivitas jagung jenis hibrida di kawasan sori genda mencapai 8,2 ton per hektar, naik dari tahun sebelumnya.

H. Arahman Yasin (Ketua GApoktan Sori Genda)

Arahman Yasin (ketua Gapoktan Sori Genda) usai panen lahan miliknya menjelaskan, “di dusun sori genda ada 2 varietas jagung hibrida yang ditanam oleh petani, dengan 1 varietas diantaranya adalah yang jenis unggulan. varietas unggulan itu menurut kami mampu menghasilkan produktivitas paling tinggi untuk tahun 2017 ini. “Kawasan Sori Genda sebagai upaya kami untuk memberikan contoh nyata bagi petani lainnya. Sebuah persembahan dari kami untuk desa Panda, jika budidaya jagung dilakukan dengan benar, hasilnya ternyata luar biasa” tambahnya.
Yusuf Ahmad mengatakan, “Pemerintah Desa Panda akan membuka diri bagi kelompok tani di desa Panda untuk mau memajukan produksifitas hasil pertaniannya, guna membantu ekonomi masyarakat, terkait banyaknya pemenuhan kebutuhan benih jagung di desa Panda, Pemerintah Desa menjamin bisa memenuhi berapapun benih jagung yang dibutuhkan Kelompok Tani.

Proses membersihkan ampas dan pengeringan setelah penggilingan hasil produksi jagung

 

Pembangunan Jembatan “Sori Genda” akhirya bisa dimanfaatkan langsung oleh Masyarakat

 

Panda-bima.desa.id/ – Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur jalan perlu ditingkatkan. untuk memenuhi hal tersebut Desa Panda mendapat satu paket pekerjaan pembangunan infrastruktur jembatan sebagai sarana transportasi masyarakat dalam melakukan kegiatannya sehari-hari. Satu paket pekerjaan jembatan ini adalah dari aspirasi masyarakat.


Pembangunan jalan penghubung tersebut telah berjalan dengan baik dan saat ini jembatan tersebut dapat dirasakan manfaatnya. Seperti digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian, mengangkut rumput atau pakan ternak, dan dilintasi anak-anak sekolah. Karena sebelum adanya jembatan ini, anak-anak yang hendak bersekolah bahkan tidak bisa melewati sungai ini bila musim hujan, karena air sungai yang begitu besar tidak mampu untuk dilewati.

Dengan dibangunya jembatan tersebut diharapkan transportasi hasil pertanian bagi masyarakat petani dapat berjalan lancar sehingga kesejahteraan masyarakat di wilayah Dusun Sori Genda dapat meningkat.

Kepala Desa Panda mengatakan pembangunan akan terus dilakukan terutama untuk fasilitas umum demi kesejahteraan masyarakat. “Kami juga berharap dukungan masyarakat atas setiap langkah pembangunan yang kami telah programkan baik dalam APBDes maupun program Pemerintah Daerah” Ujarnya.

Beliau menambahkan “Jembatan Sori Genda ini adalah Aspirasi Masyarakat Dusun Sori Genda sendiri, baik disampaikan melalui rapat-rapat di Desa, bahkan pada pertemuan ditingkat kecamatan melalui resses dewan. Aspirasi yang sudah menjadi prioritas pembangunan desa ini dapat terealisasi pada tahun 2016 kemarin. Dan saat ini telah digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dusun Sori Genda. (Edon Pandawansyah/Admin-Panda)

Rapat Pembahasan APBDes TA. 2017 Pemerintah Desa bersama BPD

Yusuf Ahmad, Kepala Desa (kiri).                 Imam Mahfud Maulana, S.Pd, Sekretaris Desa (kanan)

panda-bima.desa.id/ Pembahasan APBDesa Panda Tahun Anggaran 2017 dilaksanakan Ruangan Kepala Desa, mulai pukul 09.30 yang dihadiri Perangkat Desa (Kepala desa, Sekretaris desa, Kepala Bidang, Kepala Seksi, dan Kepala Dusun) dan seluruh anggota BPD. Dalam pembahasan yang menjadi topik utama tentang perubahan beberapa program kegiatan yang telah dirancang. Pembahasan RAPBDes TA. 2017 ini, cukup alot, rapat pembahasan ini dilakukan perbidang, dari 4 (empat) bidang. Draf APBDes disampaikan oleh Saudara Imam Mahfud Maulana, S.Pd (Sekdes) dan selanjutnya anggota PBD memberikan masukan sesuai dengan kepentingan masyarakat.

 

 

 

 

 

Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang pertama kali dibuka pada pembahasan, cukup berjalan lancar dan dapat disetujui oleh seluruh Anggota BPD. Peningkatan pelayanan kepada Masyarakat yang sesuai dengan Visi dan  Misi Kepala Desa, sehingga anggaran yang nantinya akan terserap tentang perubahan tata ruang pelayanan yang optimal, sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan merasa nyaman. Pemerintah Desa kaitannya dengan pelayanan kepada masyarakat bahwa setiap masyakat yang membutuhkan pelayanan administrasi apapun tidak ada pungutan.

Namun, pembahasan pada 3 (tiga) bidang selanjutnya (Bidang Pembangunan Desa, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat) cukup memberikan tantangan bagi Tim Penyusun RAPBDes, karena setiap kegiatan harus benar-benar berasal dari aspirasi masyarakat melalui Musyawarah tingkat dusun dan musyawarah tingkat desa, dan harus berdasarkan kebutuhan masyarakat bukan atas dasar kepentingan beberapa golongan. Dalam pembahasan APBDes anggota BPD banyak sekali memberi masukan kepada Pemerintah Desa tentang beberapa program pembangunan fisik, pengelolaan Kekayaan/Asset desa dan yang terkait dengan peningkatan pemberdayaan masyarakat.

Sumber dana yang terdapat dalam APBDes TA. 2017 ini, bersumber dari APBN (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), Hasil Pajak & Retribusi  Daerah Kabupaten (BDPRD), dan Pendapatan Asli Desa (PADes). Khusus PADes perlu ditingkatkan sehingga dapat menopang pembangunan sesuai harapan masyarakat…

Pembahasan APBDes ini baru usai pukul 02.30 Wita,

Edon pandawansyah/Admin.panda

Parade Jara Mbojo

panda-bima.desa.id – Di zaman dulu di Bima, kuda bukan hanya dijadikan sebagai sarana untuk mengangkut padi di ladang. Tetapi juga dijadikan sebagai sarana untuk hiburan sekaligus budaya yang erat kaitannya dengan pengembangan wisata.
Pacoa Jara atau pacuan kuda di Bima sudah menjadi acara rutin masyarakat Bima. Di Bima, pacuan kuda bukan sekedar lomba balap kuda saja tetapi merupakan sebuah tradisi. Tradisi yang telah berlangsung semenjak puluhan tahun bahkan sampai ratusan tahun.

Antusias Masyarakat saat berlangsungnya Parade Jara Mbojo

Desa Panda merupakan satu-satunya Desa yang memiliki Arena Pacuan Kuda di kabupaten maupun kota Bima saat ini. Sejak lama, Pemerintah Kabupaten Bima telah menempatkan pacuan kuda pada berbagai event baik tingkat lokal bahkan regional. Hadiahnya, lumayan besar. Mulai dari sepeda motor, Sapi, bahkan sejenis kuda pun dan uang tunai serta hadiah hiburan lainnya.

Penyelenggaran event pacuan kuda yang erat kaitannya dengan pengembangan budaya dan pariwisata di daerah ini, masih berlangsung sampai dengan hari ini dan Pemkab Bima menyelenggarakan event pacuan kuda merebut piala Bupati Bima Cup dengan hadiah besar. Yakni berupa sepeda motor, dan hadiah hiburan lainnya. Hadiah tersebut, tentu saja diperuntukan bagi para juara di masing-masing kelasnya. Karenanya, dipastikan bahwa lapangan Pacuan Kuda di Desa Panda Kecamatan Palibelo, akan dipenuhi oleh ribuan pengujung yang menyaksikan event pacuan kuda merebut piala Bupati Bima Cup tersebut.
“Bukan saja pemilik kuda se Pulau Sumbawa yang akan meramaikan event merebut piala Bupati Bima Cup tersebut. Tetapi, juga menghadirkan pemilik kuda dari NTT. Bisanya warga NTT juga akan hadir sebagai peserta.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti, sabtu (01/04/2017) telah membuka secara resmi Pacuan Kuda Tradisional Bima yang di temani oleh wakil Bupati Bima dan Bapak Kapolres Bima. Di saat pembukaan secara resmi pacuan kuda tradisional Bima, acara dirangkaikan dengan Parade Jara Mbojo ( Parade Kuda Bima) yang di iringi dengan musik tradisional Bima (Ndiri Biola). acara tersebut dibuka sekitar jam 11.00 Wita. “Kegiatan yang erat kaitannya dengan pengembangan budaya Bima untuk menarik minat wisatawan baik lokal, domestik maupun mancananegara tersebut, akan berlangsung selama satu minggu, terhintung tanggal 1 April hingga 9 April 2017

 

Kapolres Bima menunggangi Kuda disaat Parade Jara Mbojo
Wakil Bupati Bima Menunggangi Kuda disaat Parade Jara Mbojo

Dalam Kegiatan “Parade Jara Mbojo” Kapolres Bima AKBP M. Eka Fatur Rahman SH, S.IK terlihat Menunggangi Kuda dengan ukuran besar dan di dampingi oleh 2 (dua) ekor Kuda lainnya yang di tunggangi oleh anggota polres Bima, dalam kegiatan ini juga tak mau kalah tampil Bapak wakil Bupati Bima pun ikut Menunggangi Kuda tersebut disaat Parade Jara mbojo berlangsung.
(sumber foto : Agit_khosokhosongsatoe)